MUQADDIMAH
Bismillah Ar-rahman Ar-rahim
Segala puji bagi Allah, zat yang telah menjadikan kita dari golongan orang-orang yang menginginkan kebaikan. Dan zat yang telah memberikan kefahaman pada kita dari beberapa ilmunya ulama’ yang mendarahdaging.
Shalawat dan salam semoga tetap tercurahkan pada Seseorang (Rasulullah) yang agamanya telah merombak pada beberapa agama kaum kafir dan kaum yang melampaui batas. Semoga (berkah dan keselamatan dari Allah) juga tercurahkan pada para keluarga Rasulullah dan juga pada para sahabat-sahabatnya, yaitu, mereka yang selalu berpegang teguh pada syari’at Rasulullah itulah golongan orang-orang shalih.
Setelah basmalah, hamdalah dan shalawat, maka berkatalah seseorang hamba yang sangat membutuhkan akan belas asih Rahmat Tuhannya, Tuhan yang maha kuasa. Dialah Utsman bin hasan bin ahmad asy-syakir al-khaubawi (semoga Allah memulyakan mereka dengan kasihNya, kemulyaanNya dan keluhuranNya.
“Kami berdomisili di negara besar yang dinamakan Qosthanthiniyah (Semoga Allah menjaganya dan juga menjaga daerah-daerah lain dari cobaan dan marabahaya). Sewaktu kami melihat pada Nasehat diantara para pelajar dan para guru yang alim, mereka yang bagaikan lampu di tengah gelapnya malam. Nasehat tersebut sangat digemari diantara mereka dan juga oleh para ulama’ terkemuka. Yaitu mereka para pewaris nabi yang selalu berpegang teguh pada dasar ilmu (Al-quran dan Al-hadits).
Dikarenakan Nasehat-nasehat tsb belum berurutan seperti urut-urutan Al-quran Al-adzim dan Al-quran sbg pembeda antara yang haq dan bathil. Maka kami berusaha untuk menyusunnya dan lebih meminimalisasi akan kekurangannya dengan pertolongan Allah.
Kami menemukan Ada beberapa teman yang berkata tentang perkara yang kami tulis dan justru mereka ingkar terhadap nasehat ulama’ dan kemudian mereka pun terseret arus mengikuti orang-orang yang bodoh. Mereka mengikuti setan-setan yang membaur dalam hati manusia.
Aku berlindung kepada Allah dari beberapa kejahatan tubuh dan dari keburukan amal.
Semoga Allah memalingkan fitnah-fitnah yang jatuh di hati kita.
Ketika ada waktu untuk menulis semua itu, aku jatuh sakit parah yang kesemuanya memang atas kehendak Allah semata. Aku pun berada di atas pembaringan beberapa hari lamanya. Di tengah penderitaan itu aku berjanji, apabila aku sembuh, akan aku susun nasehat-nasehat (para ulama’) yang akan digemari para manusia, dan akan ku teliti tiap kertasnya supaya dapat bersinar dgn terang, akan kubuat seteliti mungkin supaya dpt berfaidah.
Hingga, akupun sembuh. Maka sesegera mungkin aku segera meniti semua nasehat. Dan tak satupun ada kesalahan dalam nasehat ulama’. Atas pertolongan Allah aku susun nasehat-nasehat tsb yang spt intan mutiara, yang belum tersentuh oleh jin dan manusia. Aku sertakan juga ayat-ayat al-quran di dalamnya, ku pilih dalil-dalil yg menerangkan surga dan neraka serta ku nukilkan juga hadits dan kisah-kisah teladan. Seperti halnya kisah kaum Luth yang melakukan perbuatan abnormal. Akan ku paparkan juga perkara-perkara yang berkaitan dgn dunia dan akherat. Baik itu tentang wajibnya batasan dan hukuman rajam pada pezina laki-laki maupun wanita.
Ketika kitab nasehat tsb keluar dari hati penyusun sampai hari kiyamat, dan kitab tsb butuh sebuah nama, maka aku namakan “DURRATUN NASHIHIN.”
Semoga Allah memberikan manfaaat pada orang-orang yang shalih, kritik dan saran pun kami harap dari para cendikiawan dan para ulama untuk membenahi kesalahan yang saya buat. Maafpun kami haturkan atas segala kelalaian. Sebab manusia adalah tempatnya kelalaian. Supaya orang-orang spt saya bisa lebih berhati-hati dalam menulis. Supaya kitab ini tak sia-sia adanya.
Adapun penyusunan kitab ini dgn harapan menggali keilmuan yg laksana mutiara berharga. Tiada maaf dan hilangnya dosa kecuali dgn ampunan, tak ada dosa dan keteledoran kecuali durhaka.
Semoga Allah menunjukkan jalan yg lurus pada orang yg dikehendaki. Allah adalah zat yg mencukupi dan sebaik-baiknya zat yg menguasai. Segala puji bagi Allah pada setiap tindakan selain kufur dan penyelewengan. Dialah Allah zat yang suci dari segala bentuk penyerupaan.

Ttd
Penyusun
Utsman bin hasan bin ahmad asy-syakir al-khaubawi

About these ads

Tentang ashabulfirdaus

Sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang paling bermanfaat bagi manusia lain

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s