PROPERTI RASULULLAH SAW

PROPERTI RASULULLAH Shalallahu Alaihi Wa Sallam

Salah satu kebiasaan Rasulullah saw adalah memberi nama terhadap properti (barang-barang) yang dimilikinya. Berikut ini adalah nama-nama properti tersebut.

Nama gelasnya adalah ar-Rayyan

Nama mangkoknya adalah al-Gharra’

Nama tekonya adalah as-Shadir

Nama tikarnya adalah al-Kazz

Nama guntingnya adalah al-Jami‘

Nama cerminnya adalah al-Mudillah

Beliau memiliki sebuah kotak untuk menyimpan cermin, sisir, gunting, dan siwak.

Nama tongkatnya adalah al-Mamsyuq

Nama tongkatnya yang ujungnya besi adalah an-Namir

Nama kudanya yang berwarna hitam adalah as-Sakb

Nama kudanya yang berambut pirang adalah al-Murtajiz

Nama kudanya yang lain adalah al-Lahif, az-Zharb, dan al-Lizaz

Nama pelana kudanya adalah adalah ar-Rajj

Nama unta (betina)-nya adalah al-Qashwa atau disebut pula al-Adhba’

Nama baghal-nya adalah Duldul

Nama keledainya adalah Ya‘fur

Nama kambing yang sering diminum susunya adalah Ghaytsah

Nama kemahnya adalah al-Kinn

Nama bendera yang dipakai untuk berperang adalah al-Uqab. Kadangkala beliau menggunakan bendera berwarna hitam, kuning, atau putih yang di dalamnya ada garis-garis hitam.

Nama pedang yang sering dipakai berperang adalah Dzul Fiqar. Gagangnya, alasnya, dan anting-pedang Dzul Fiqar dihias dengan perak.
Selain Dzul Fiqar, beliau juga punya pedang-
pedang lainnya.

Nama tabung panahnya adalah al-Kafur atau Dzul Jum‘

Nama busur panahnya adalah Dzus Sadad

Nama perisainya adalah al-Dzafn

Nama baju perangnya yang dilapisi tembaga adalah Dzatul-Fudhul

Nama tembok (benteng pertahanan)-nya adalah an-Nab’a’

Nama budak perempuannya adalah Khadhirah.

(Sumber: Syaikh al-Allamah al-Muhaddits Yusuf Ismail an-Nabhani, Wasa’ilul-Wushul ila Syama’ir-Rasul, penerbit Darul-Minhaj, Beirut, 2009)

Ini Ramadhan Apa Syawal?

Indonesia, selalu saja ribut tentang awal ramadhan dan awal syawal. Kenapa?
Karena mungkin saja hilal yang masih perawan selalu malu jika dilihat. Beda dengan bulan yang sudah dewasa..

Dahulu, Ibunda syeikh Abdul qodir Al jailani pernah berkata: “Ketika aku melahirkan anakku Abdul qodir, pada siang hari bulan Ramadhan ia tidak pernah mau menyusu kepadaku. Ia mau meminum ASI-ku ketika adzan maghrib tiba. Yang demikian itu berlangsung sampai aku menyapihnya di umur dua tahunan.”

Ibunda syeikh abdul qadir melanjutkan ceritanya, “Sehingga pernah pada suatu hari orang-orang kampung datang kepadaku dan bertanya kepadaku tentang awal bulan syawal, karena mereka (kaum rakyat) selalu dibingungkan oleh ketetapan pemerintah tentang itsbat hilal bulan Syawal.”

“Wahai bunda Abdul qadir, kira-kira hari ini apakah sudah muncul hilal bulan syawal atau belum?” Tanya salah seorang tetangga

Maka dengan segera aku katakan kepada mereka para tetanggaku: “Anakku pada saat ini tidak menyusu kepadaku sama sekali, maka itu artinya bahwa hari ini adalah masih berada pada bulan Ramadhan.”
Dan anehnya lagi, apa yang dilakukan anakku abdul qadir selalu pas dan tepat dengan perhitungan kaum cendikiawan ilmu falaq dan hisab dan rukyatul hilal.”

Mulai sejak itu beliau Abdul qadir kecil terkenal di kotanya, bahwasannya beliau dilahirkan sebagai orang yang mulia yaitu seorang yang sudah mampu melakukan ibadah puasa semenjak bayi, ia kuat menahan tidak menyusu dan tidak menangis di siang hari, dan bahkan ia mampu memahami kata hati ibunya supaya tidak rewel dan tidak ngompol. Ia pun tak pernah rewel dan ngompol di celana semenjak ia bayi. Ia menangis di kala sepertiga malam untuk membangunkan ibunya bertahajud. Ia selalu mendengarkan bacaan al quran dari ibunya. Ia pun kemudian mampu menghafal al quran 30 juz dalam usia 7 tahun. Dan ia adalah calon sulthonul auliya syeikh abdul qadir al jailani.

(Referensi: Naba’ul Auliya)

ISTRI SAYA POSESIF BANGET…

Surah annisa 34, “Seorang lelaki adalah pimpinan kaum wanita…”

“Hidup saya, selalu diatur istri saya, bahkan untuk ke masjid jamaah pun, saya harus merengek-rengek minta izin dulu.”
Demikian keluhan dari seorang teman.

Menurut Ahli psikolog, banyak hal sebetulnya yang melatar belakangi mengapa istri itu menjadi posesif terhadap suami. Mungkin karena dia tidak mau kehilangan suami, mungkin juga karena suami yang tidak bisa dipercaya, mungkin juga karena istri itu mempunyai watak sebagai pengatur, ada banyak sekali hal yang lainnya.

Ada cara-cara tertentu untuk menghadapi istri posesif :
1. Suami harus mencari tahu dulu sebab atau latar belakang mengapa istri menjadi posesif.

2. Istri itu selalu ingin tahu apa yang sedang dilakukan, apa yang sedang terjadi pada suami, buat… para suami seharusnya bersikap informatif atau selalu berbagi cerita atau apapun agar istri kalian tahu apa yang sedang terjadi pada kalian para suami.

3. Istri itu sebenarnya permintaannya gak neko-neko kok, asal keluar rumah dipamiti dengan jujur maka ia akan tenang di rumah.
Untuk suami jangan diktator, mentang2 kepala rumah tangga mau keluar rumah seenaknya tanpa pesan dan pamitan. Asal slonong boy aja. Ngomong dulu tho…

4. Hargai istri minimal diajak ngomong atau rembugan, hingga istri itu merasa tidak dicuekin atau ditiadakan. Kalau istri dicuekin bukan hal mustahil ia akan selalu suudzon, pada akhirnya malah memboikot kebebasan suami

5. Jika posesif istri makin parah, suami harus berusaha meyakinkan istri, bahwa suami memberikan keutuhannya hanya untuk si istrinya itu.
Sebab semakin posesif istri itu menunjukkan bahwa istri semakin tidak percaya terhadap suami. Tapi ada juga istri yang menjadi posesif karena dia tidak mau kehilangan suami atau terlalu sayang terhadap suami.

Itulah cara yang bisa saya berikan. Semoga sahabat-sahabat yang lain bisa menambahkan cara atau memberikan saran di kolom komentar.

Kesimpulannya, dalam suatu hubungan yang paling penting adalah kepercayaan dan pengertian. Jika pasangan anda kurang paham mengenai kepercayaan maka tugas andalah sebagai pasangannya yang harus memberikan pengertian kepada pasangan anda. Tujuan Allah swt menciptakan segalanya berpasangan adalah untuk saling mengisi, untuk saling melengkapi, untuk saling mendidik, untuk saling mengasihi, untuk saling menyayangi, untuk saling memuliakan.

Jadi, jika kalian sudah memiliki pasangan rumah tangga, terimalah pasanganmu itu apa adanya, dan tugasmulah untuk menjadikannya ADA APANYA.

Jika yang belum berpasangan atau belum berumah tangga, saran saya, jangan mencari pasangan dengan cara yang asal-asalan. Lewat sms-an, twitteran atau fesbukan, tapi kalian harus benar-benar mengenal kwalitas keimanan dan ketaqwaan serta budi akhlaqnya secara nyata di depan mata kalian.
Jika kalian bingung mencarinya, percayakan pada sahabat dekat, guru anda atau ulama untuk mencarinya untuk anda.
Karena pasanganmu itu nantinya bisa menjadi pelemah atau penguat ibadahmu.

Halal share, tag, copi paste tapi jangan lupa untuk menyertakan sumbernya.

CERITA IBUKU

CERITA IBUKU

Nduk anakku sing ayu dewe… Dengar dan renungi cerita ibumu ini.

Suatu pagi seorang bayi siap untuk dilahirkan ke dunia. Dia bertanya kepada Tuhan,
Bayi : “Para malaikat di sini mengatakan bahwa besok Engkau akan mengirimku ke dunia, tetapi bagaimana cara saya hidup di sana. Saya begitu kecil & lemah.”

Tuhan : “Aku sudah memilih 1 malaikat untukmu. Ia akan menjaga dan mengasihimu.”

Bayi : “Tapi di dalam surga ini
apa yang kulakukan hanyalah bernyanyi dan tertawa.
Ini sudah cukup bagi saya.”

Tuhan: “Malaikatmu akan bernyanyi dan tersenyum untukmu setiap hari dan kamu akan merasakan kehangatan cintanya dan menjadi lebih berbahagia.”

Bayi : “Dan bagaimana saya bisa mengerti saat orang-orang berbicara kepadaku, jika saya tidak mengerti bahasa mereka?”

Tuhan: “Malaikatmu akan berbicara kepadamu dengan bahasa paling indah yang pernah engkau dengar dan dengan penuh kesabaran dan perhatian dia akan mengajarkanmu bagaimana cara berbicara.”

Bayi : “Apa yang harus saya lakukan saat saya ingin berbicara kepadaMu?”

Tuhan: “Malaikatmu akan mengajarkanmu bagaimana cara berdoa.”

Bayi : “Saya dengar bahwa di bumi banyak orang yang jahat, siapakah nanti yang akan melindungi saya?”

Tuhan: “Malaikatmu akan melindungimu walaupun hal itu akan mengancam jiwanya.”

Bayi : “Tapi saya pasti akan sedih karena tidak bisa melihatMu lagi.”

Tuhan: “Malaikatmu akan menceritakan padamu tentang-Ku dan akan mengajarkan bagaimana agar kamu bisa kembali kepada-Ku, walaupun sesungguhnya Aku akan selalu berada di sisimu.”

Nduk… Anakku sing ayu. Saat itu surga begitu tenangnya sehingga suara dari Bumi dapat terdengar dan sang bayi pun bertanya perlahan,
“Tuhan, jika saya harus pergi sekarang, bisakah Engkau memberitahuku nama malaikat tersebut?”

Jawab Tuhan,
….”Kamu akan memanggil malaikatmu, Ibu. Dialah gurumu. Dialah tempat pengaduan masalahmu. Doanya sangat makbul. Jadi jangan pernah kau sakiti dia.”

Aku menangis tersedu, ku peluk lalu ku cium kedua pipi yang keriput itu. Terucap kata, “Terima kasih ibu, atas semuanya. Kapan dan dimana pun, anakmu ini akan selalu mendoakanmu.”

MANUSIA TERLUCU SEDUNIA

Lucu ya,
uang Rp 20,000an kelihatan begitu besar bila dibawa ke kotak amal masjid, tapi begitu kecil bila aku bawa ke supermarket

Lucu ya,
45 menit terasa terlalu lama untuk berdzikir tapi betapa pendeknya waktu itu untuk pertandingan sepakbola

Lucu ya,
betapa lamanya 2 jam berada di Masjid, tapi betapa cepatnya 2 jam berlalu saat menikmati pemutaran film di bioskop

Lucu ya,
susah merangkai kata untuk dipanjatkan saat berdoa atau sholat, tapi betapa mudahnya cari bahan obrolan bila ketemu teman

Lucu ya,
betapa serunya perpanjangan waktu dipertandingan bola favorit ku, tapi betapa bosannya bila imam sholat Tarawih bulan Ramadhan kelamaan bacaannya,

Lucu ya,
Aku suka bicara usil dan berisik saat seorang ustad mengaji, tapi aku sangat anteng dan konsentrasi saat sinetron kesayanganku sedang main. Dan aku sangat marah bila ada yang usil saat itu.

Lucu Ya,
susah banget baca Al-Quran 1 juz saja, tapi aku…novel best-seller 100 halamanpun habis dilalap

Lucu ya,
orang-orang pada berebut paling depan untuk nonton bola, dangdutan atau konser, dan berebut cari shaf paling belakang bila Jumatan agar bisa cepat keluar

Lucu ya,
kita perlu undangan pengajian 3-4 minggu sebelumnya agar bisa disisipkan diagenda kita, tapi untuk orkes dangdut koplo jadwal kita gampang diubah seketika, kapanpun tampil aku mah…tetep hadir, khusuk dan tuma’ninah

Lucu ya,
Dengan susahnya orang mengajak partisipasi untuk dakwah, tapi dengan mudahnya orang berpartisipasi menyebar gossip

Lucu ya,
Aku begitu percaya pada berita-berita yang dikatakan koran, tapi aku sering mempertanyakan apa yang dikatakan Qur’an, surat apa ayat berapa, sampai haditspun aku tanyakan HR SIAPA, dhaif apa shohehnya.

Lucu ya,
Semua orang inginnya masuk surga tanpa harus beriman, berpikir, berbicara ataupun melakukan apa-apa dan hidup semau gue

Lucu ya,
Aku bisa nulis ribuan status lewat fb, twitter atau email, tapi bila ngirim yang berkaitan dengan ibadah aku sering mesti berpikir dua-kali

AKULAH MANUSIA TERLUCU SEDUNIA DAN AKHIRAT

PAK HAKIM DAN PENCURI SINGKONG

Di tengah ambruknya moral para penegak hukum yang lebih membela kepentingan siapa yang berkuasa dan berharta, kita begitu merindukan sosok pengambil keputusan yang adil, jujur dan bijak.

Berikut kisah seorang hakim yang memutuskan hukuman seorang nenek yang dituduh mencuri singkong karena kemiskinan dan kesusahan melanda hidupnya. Semoga kita dapat memetik hikmah dan mendapat pelajaran dari kisah ini.
(Saya terharu konco-konco,,,)

Di ruang sidang pengadilan, seorang hakim duduk tercenung menyimak tuntutan jaksa PU terhadap seorang nenek yang dituduh mencuri singkong. Nenek itu berdalih bahwa hal tersebut dilakukan karena terpaksa, hidupnya miskin, anak lelakinya sakit, dan cucunya kelaparan.

Namun seorang lelaki yang merupakan manajer dari PT yang memiliki perkebunan singkong tersebut tetap pada tuntutannya, dengan alasan agar menjadi contoh bagi warga lainnya.

Hakim menghela nafas. dan berkata, “Maafkan saya, bu”, katanya sambil memandang nenek itu penuh haru.

”Saya tak dapat membuat pengecualian hukum, hukum tetap hukum, jadi anda harus dihukum. Saya mendenda anda Rp 1 juta dan jika anda tidak mampu bayar maka anda harus masuk penjara 2,5 tahun, seperti tuntutan jaksa PU”.

Nenek itu tertunduk lesu, hatinya remuk redam, maklum kami hanya wong cilik bisik hatinya. Namun tiba-tiba hakim mencopot topi toganya, membuka dompetnya kemudian mengambil & memasukkan uang Rp 1 juta ke topi toganya serta berkata kepada hadirin yang berada di ruang sidang.

‘Saya atas nama pengadilan, juga menjatuhkan denda kepada tiap orang yang hadir di ruang sidang ini, sebesar Rp 50 ribu, karena menetap di kota ini, dan membiarkan seseorang kelaparan sampai harus mencuri untuk memberi makan cucunya.

“Saudara panitera, tolong kumpulkan dendanya dalam topi toga saya ini lalu berikan semua hasilnya kepada terdakwa.”

Sebelum palu diketuk nenek itu telah mendapatkan sumbangan uang sebanyak Rp 3,5 juta dan sebagian telah dibayarkan ke panitera pengadilan untuk membayar dendanya, setelah itu dia pulang dengan wajah penuh kebahagian dan haru dengan membawa sisa uang termasuk uang Rp 50 ribu yang dibayarkan oleh manajer PT yang menuntutnya.

Semoga di indonesia banyak hakim-hakim yang berhati mulia seperti ini.

NASEHAT UMMI

Anakku yang ku kasihi…
Tanpa disadari oleh kita masa berlalu terlalu cepat dan kau yang ketika dulu masih kecil, manja dalam pelukan umi, kini telah menjadi gadis remaja dan telah mula belajar arti kehidupan. Zaman yang kau lalui dan alami kini adalah zaman yang penuh pancaroba, penuh dugaan dan cobaan. Cobaan yang sering mengganggu iman dan hatimu, perasaan dan nafsumu, kewibawaan dan tugas-tugasmu. Ketika inilah kau, kau ingin merasakan semua keadaan, semua kenikmatan hidup. Kau ingin menjadi manusia yang dipuja dan disanjung banyak orang. Kau ingin disayangi dan menyayangi.

Anakku sayang,
Jika tiada iman, niscaya lunturlah segala kekuatan, hancurlah segala kebaikan. Oleh karena itu, umi berpesan agar engkau berhati-hati dalam berfikir dan bertindak, batasilah kehendakmu dengan rasa takut pada Allah karena tidak ada orang yang tidak dicatat amal dosanya, tidak ada orang yang dikecualikan, termasuk kau. Pernah seorang
Ulama berkata, ”seorang remaja jika dapat melalui cobaan hidupnya dengan baik, tenang dan penuh kebaikan, mampu menolak kehendak-kehendak nafsu, maka percayalah dia manusia yang paling sukses selama hidupnya. Manakala seorang pemuda yang gagal menggunakan masa remajanya untuk mencari kebaikan, rugilah ia dan celakalah hidupnya esok dan yang akan datang”.

Wahai anakku sayang..
Seringkali umi menangis, melihat perubahan pada dirimu. Dulu, kau tidak begini. Engkau seorang yang taat pada perintah ibu, yang malu bila auratmu terbuka, walaupun tertiup angin. Kau amat teliti dan hati-hati dalam menjaga sholat-sholatmu dan kau suka bila umi ceritakan tentang tokoh wanita-wanita dahulu.

Anakku sayang..
ibu tanam satu harapan padamu, kiranya bila kau besar nanti, kau akan menjadi orang shalihah.

Wahai Anakku…
Wanita itu dijadikan Allah dengan dipenuhi keindahan, unik dan menakjubkan. Pandai-pandailah kau hargai nikmat yang telah diberikan itu. Jikapun kau cantik, jangan biarkan kau dikuasai rasa takjub, bangga atas keindahan wajahmu. Masih banyak orang yang mempunyai kelebihan diatasmu. Jangan kau permainkan perasaan lelaki atas kejelitaan wajahmu. Jagalah, syukurilah dan takutlah kepada Allah atas balasan azab yang dijanjikan untuk mereka yang berdosa. Jagalah auratmu senantiasa, terutama apabila berurusan dengan lelaki.
Tanamkan rasa malu di hatimu.
Tanamkan sifat sombong dan penakut pada lelaki yang bukan mahrom mu. Biarlah kau dipandang mata tidak secantik bunga melati yang bangun bagai pelangi di cakrawala asalkan kau dapat pertahankan sebutan sebagai wanita shalihah di sisi Allah. Dan tentunya kau dipandang paling cantik di sampingNya.

Anakku sayang…
Saat kau berpakaian, maka sebenarnya untuk menutup kulitmu, untuk melindungi bentuk badanmu dari pandangan lelaki di jalanan. Oleh karena itu, pakaianmu hendaklah longgar, tidak tipis dan satu lagi anakku, pakaianmu itu tidak menyerupai pakaian wanita-wanita yang dihatinya tidak ada rasa takut akan adzab Allah.
Perhatikan hadits ini… ”Sesungguhnya antara penduduk neraka ialah wanita-wanita yang berpakaian tetapi telanjang(pakaiannya tidak berfungsi sebagai alat untuk menutup aurat), perempuan-perempuan yang condong kepada maksiat dan berusaha menarik orang lain melakukan maksiat. Mereka ini tidak mungkin akan masuk surga selama-lamanya dan tak akan dapat mencium baunya selama-lamanya. Jangan kau merasa dirimu terlalu gagah hingga kau sanggup melanggar hukum-hukum Allah dengan sengaja.
Apalagi jika melanggar peraturannya dengan rasa bangga dan sombong, ingkarmu terhadap hukum-hukum itu, samalah saja kau melawan Tuhanmu, sedangkan kau cuma seorang hamba dan Allah itu Tuhanmu, Maha Memiliki segala isi langit dan bumi.

Wahai Anakku Sayang…
Sabarlah dalam melaksana perintah-perintah Allah biarpun kau merasakan beratnya. Setiap petunjuk Allah itu tak ada yang sia-sia. Sesungguhnya Allah tak pernah memberati hambaNya apalagi mendzaliminya. Sabar yang kau lakukan niscaya dilihat Allah, dan Dia pastinya akan mengurniakan buatmu ganjaran pahala yang besar. Tanamkan rasa kasih pada Allah wahai anakku. Bila kau menyayangi seseorang, tentunya segala perintahnya akan kau turuti tanpa bantahan. Begitulah dengan perintah Allah, turutilah wahai anakku, ikutilah tanpa protes. Moga kau dikurniakan kekuatan untuk mengikut langkah-langkah yang diridhai Allah. Itulah doa dan harapan umi wa abi…

Dari seorang ibu yang sangat mencintai anaknya

TIDAK 100%

Walau hidup sedang banyak tantangan dan pergumulan, tetaplah semangat dan jangan takut dan mengeluh.

Sesungguhnya Allah ta’ala bersama hamba-hambaNYA yang tidak berputus asa dari rahmatNYA.

Perjuangkan hidup untuk masa depan, walau mesti ada yang dikorbankan.

Masa depan yang lebih baik perlu untuk dicapai, terlebih masa depan kelak di akhirat.

Masa sekarang harus dipersiapkan untuk masa depan, sebagai sebuah rangkaian panjang perjalanan ibadah seorang hamba.

Jangan punya falsafah hidup hanya sekedar mengikuti air mengalir ,,,, hanya ikan yang mati yang mengikuti air mengalir.

Contohlah ikan yang hidup, yang selalu melakukan aktivitas untuk mencari makan supaya tetap hidup.
Ia selalu menggerak-gerakkan bibir dan mulutnya untuk memuji kebesaran Tuhannya.

Tak ada 100% bahwa dunia akan menyayangi kamu, tak pula 100% dunia memusuhi kamu, pasti ada sudut-sudut hati yang tergugah untuk menerima seruanmu mengambah jalan Tuhanmu. Masih banyak hati yang kosong yang tak tahu harus kemana jalan mengenal Tuhan.

Yang pasti teladanilah Rasulullah saw, semakin beliau disakiti maka semakin beliau menyayangi. Semakin beliau diolok-olok dan dinistakan, semakin kuat pula beliau menghargai.

Masihkah engkau membenci?
Siapa yang kau teladani?

ISTIGHFAR SEBAGAI PENEBUS DOSA

Sebagian Ulama’ Salaf shalih rahimahumullah berkata: “Bergembiralah seorang yang menjumpai dalam catatan amalnya terdapat istighfar yang banyak”.

Berkata Imam Qotadah rahimahullah: “Sesungguhnya Al Quran ini menunjukkan kepada kalian tentang Penyakit dan obatnya.
Adapun penyakit itu adalah dosa-dosa, dan Istighfar merupakan obat bagi kalian”.

Abu Musa Al asy’ari radhiyallahu anhu berkata, “Kami mempunyai dua pengaman dari azab. Yang pertama telah tiada, yaitu keberadaan Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam di tengah-tengah kami, dan tingallah istighfar bersama kami. Maka jika ia ikut lenyap, kami pasti binasa.”

Hasan Al-Bashri rahimahullah mengatakan, “Perbanyaklah beristighfar di rumah-rumah kalian, di meja-meja makan kalian, di jalan-jalan kalian, di pasar-pasar-pasar kalian, dan di majlis-majlis kalian! Sebab, kalian tidak tahu kapan ampunan akan turun.”

Ref= Al-Ukhwah

SANDARAN HATI

Seorang anak yang bertanya pada ibunya, “Ibu, temanku tadi cerita kalau ibunya selalu membiarkan tangannya sendiri digigit nyamuk sampai nyamuk itu kenyang supaya ia tak menggigit temanku. Apa ibu juga akan berbuat yang sama?”

Sang ibu tertawa dan menjawab terus terang, “Tidak. Tapi, Ibu akan mengejar setiap nyamuk sepanjang malam supaya tidak sempat menggigit kamu atau keluarga kita.”

Mendengar jawaban itu, si anak tersenyum dan kembali meneruskan kegiatan bermainnya. Tak berapa lama kemudian, si anak kembali berpaling pada ibunya. Ternyata mendadak ia teringat sesuatu.

“Terus Bu, aku waktu itu pernah dengar cerita ada ibu yang rela tidak makan supaya anak-anaknya bisa makan kenyang. Kalau ibu bagaimana?” Anak itu mengajukan pertanyaan yang hampir sama.

Kali ini sang Ibu menjawab dengan suara lebih tegas, “Ibu akan bekerja keras agar kita semua bisa makan sampai kenyang. Jadi, kamu tidak harus sulit menelan karena melihat ibumu menahan lapar.”

Si anak kembali tersenyum, lalu memeluk ibunya dengan penuh sayang. “Makasih, Ibu. Aku bisa selalu bersandar pada Ibu.”

Sembari mengusap-usap rambut anaknya, sang Ibu membalas,
“Tidak, Nak! Tapi Ibu akan mendidikmu supaya bisa berdiri kokoh di atas kakimu sendiri, agar kamu nantinya tidak sampai jatuh tersungkur ketika Ibu sudah tidak ada lagi di sisimu. Karena tidak selamanya ibu bisa mendampingimu.”

Ada berapa banyak orangtua diantara kita yang sering kali merasa rela berkorban diri demi sang buah hati? Tidak sadarkah kita bahwa sikap seperti itu bisa menumpulkan mental pemberani si anak?

Jadi, adalah bijak bila semua orangtua tidak hanya menjadikan dirinya tempat bersandar bagi buah hati mereka, melainkan juga membuat sandaran itu tidak lagi diperlukan di kemudian hari.

Adalah bijak jika para orangtua membentuk anak-anaknya sebagai pribadi mandiri kelak di saat orangtua itu sendiri tidak bisa lagi mendampingi anak-anaknya di dunia.