Setiap muslim sangat
menginginkan kebahagiaan abadi
di surga kelak. Kenikmatannya
tiada terkira.
Ada pelajaran penting dari surat
Qaaf mengenai sifat-sifat
penduduk surga. Ada 4 sifat
penduduk surga yang disebutkan
dalam surat tersebut sebagai
berikut,
ﻭَﺃُﺯْﻟِﻔَﺖِ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔُ ﻟِﻠْﻤُﺘَّﻘِﻴﻦَ ﻏَﻴْﺮَ ﺑَﻌِﻴﺪٍ (31) ﻫَﺬَﺍ
ﻣَﺎ ﺗُﻮﻋَﺪُﻭﻥَ ﻟِﻜُﻞِّ ﺃَﻭَّﺍﺏٍ ﺣَﻔِﻴﻆٍ (32) ﻣَﻦْ
ﺧَﺸِﻲَ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤَﻦَ ﺑِﺎﻟْﻐَﻴْﺐِ ﻭَﺟَﺎﺀَ ﺑِﻘَﻠْﺐٍ ﻣُﻨِﻴﺐٍ
(33) ﺍﺩْﺧُﻠُﻮﻫَﺎ ﺑِﺴَﻠَﺎﻡٍ ﺫَﻟِﻚَ ﻳَﻮْﻡُ ﺍﻟْﺨُﻠُﻮﺩِ
(34) ﻟَﻬُﻢْ ﻣَﺎ ﻳَﺸَﺎﺀُﻭﻥَ ﻓِﻴﻬَﺎ ﻭَﻟَﺪَﻳْﻨَﺎ ﻣَﺰِﻳﺪٌ
35))
“Dan didekatkanlah surga itu
kepada orang-orang yang
bertakwa pada tempat yang tiada
jauh (dari mereka). Inilah yang
dijanjikan kepadamu, (yaitu)
kepada setiap hamba yang selalu
kembali (kepada Allah) lagi
memelihara (semua peraturan-
peraturan-Nya). (Yaitu) orang
yang takut kepada Rabb yang
Maha Pemurah sedang Dia tidak
kelihatan (olehnya) dan dia
datang dengan hati yang
bertaubat, masukilah surga itu
dengan aman, Itulah hari
kekekalan. Mereka di dalamnya
memperoleh apa yang mereka
kehendaki; dan pada sisi Kami
ada tambahannya.” (QS. Qaaf:
31-35)
Ada empat sifat yang disebutkan
dalam ayat ini, yaitu:
(1)awwab (hamba yang kembali
pada Allah), (2)hafiizh (selalu
memelihara aturan Allah),
(3)takut pada Allah, dan
(4)datang dengan hati yang
muniib (bertaubat).
Sifat Pertama: Awwab
Yang dimaksud dengan awwab
adalah kembali pada Allah dari
maksiat kepada ketaatan pada-
Nya, dari hati yang lalai
mengingat-Nya kepada hati yang
selalu mengingat-Nya.
‘Ubaid bin ‘Umair rahimahullah
mengatakan, “Awwab adalah ia
mengingat akan dosa yang ia
lakukan kemudian ia memohon
ampun pada Allah atas dosa
tersebut.”
Sa’id bin Al Musayyib
rahimahullah berkata, “Yang
dimaksud awwab adalah orang
yang berbuat dosa lalu ia
bertaubat, kemudian ia
terjerumus lagi dalam dosa, lalu
ia bertaubat.”
Sifat Kedua: Hafiizh
Ibnu ‘Abbas radhiyallahu
‘anhuma mengatakan, “Ia
menjaga amanat yang Allah
janjikan untuknya dan ia pun
menjalankannya.”
Qotadah rahimahullah
mengatakan, “Ia menjaga
kewajiban dan nikmat yang Allah
janjikan untuknya.”
Ibnul Qayyim rahimahullah
menjelaskan, “Perlu diketahui
nafsu itu ada dua kekuatan yaitu
kekuatan offensive (menyerang)
dan kekuatan defensive
(bertahan). Yang dimaksud
dengan awwab adalah kuatnya
offensive dengan kembali pada
Allah, mengharapkan ridho-Nya
dan taat pada-Nya. Sedangkan
hafiizh adalah kuatnya defensive
yaitu menahan diri dari maksiat
dan hal yang terlarang. Jadi
hafiizh adalah menahan diri dari
larangan Allah, sedangkan awwab
adalah menghadap pada Allah
dengan melakukan
ketaatan pada-Nya.”
Sifat Ketiga: Takut pada Allah
Dalam firman Allah (yang
artinya), “Orang yang takut
kepada Rabb yang Maha
Pemurah sedang Dia tidak
kelihatan (olehnya)”, terkandung
makna pengakuan akan adanya
Allah, akan rububiyah-Nya, akan
ketentuan-Nya, akan ilmu dan
pengetahuan Allah yang
mendetail pada setiap keadaan
hamba. Juga di dalamnya
terkandung keimanan pada kitab,
rasul, perintah dan larangan
Allah. Begitu pula di dalamnya
terkandung keimanan pada janji
baik Allah, ancaman-Nya, dan
perjumpaan dengan-Nya. Begitu
pula di dalamnya terkandung
keimanan pada janji baik Allah,
ancaman-Nya, dan perjumpaan
dengan-Nya.
Seseorang dikatakan takut pada
Allah (Ar Rahman) haruslah
dengan memenuhi hal-hal yang
telah disebutkan tadi.
Sifat Keempat: Datang dengan
hati yang muniib
Yang dimaksudkan dengan
datang dengan hati yang muniib
dijelaskan oleh Ibnu ‘Abbas
radhiyallahu ‘anhuma, “Kembali
(dengan bertaubat) dari
bermaksiat pada Allah,
melakukan ketaatan, mencintai
ketaatan tersebut dan
menerimanya.”
Intinya yang dimaksud dengan
sifat penghuni surga yang
keempat adalah kembali kepada
Allah dengan hati yang selamat,
bertaubat pada-Nya, dan tunduk
pada-Nya.
Semoga dengan mengetahui
empat sifat penghuni surga ini
membuat kita semakin dekat
pada Allah, bertaubat, menjauhi
maksiat dan kembali taat pada-
Nya. Sehingga kita dapat
berjumpa dengan Allah dengan
hati yang selamat. Aamiin Yaa
Mujibas Saailin.
Ref:
●Fawaidul Fawaid, Ibnul Qayyim,
hal. 142-143, terbitan Dar Ibnul
Jauzi.
●Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, Ibnu
Katsir, 13/197, terbitan
Muassasah
Qurthubah

About ashabulfirdaus

Sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang paling bermanfaat bagi manusia lain

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s