Seekor gorila jantan tampak
mondar-mandir di antara
anggota kelompoknya. Di situ,
ada beberapa gorila betina,
gorila jantan kecil, dan
beberapa anak gorila yang
mulai tumbuh besar.
Menariknya, di tengah
kelompok itu, si gorila jantan
kerap menghampiri sebuah
cermin yang menjadi benda
kebanggaannya. Setiapkali
berada di depan cermin, si
gorila jantan begitu betah
berlama-lama karena bangga
dengan sosok tubuh dan
kepalanya yang besar.
“Ah, aku memang pemimpin
yang hebat,” ucapnya sambil
kedua tangannya memegang
kepalanya yang tampak besar
di bayangan cermin.
Tiap kali seusai bercermin, sang
gorila mengumpulkan
kelompoknya untuk
mendapatkan semacam
‘arahan’ khusus. Di situlah, ia
benar-benar merasa besar.
Suatu kali, sang gorila
berkunjung ke kelompok
beruang. Anggota kelompok
beruang ini jauh lebih besar
dari kelompok gorila. Dan
menariknya, sang gorila
menemukan cermin dalam
kelompok itu.
“Boleh aku tatap cermin ini
untuk melihat seperti apa
wajahku?” tanya gorila ke
pemimpin beruang. Dan, sang
pemimpin beruang pun
mempersilakan.
Agak lama sang gorila berdiri di
depan cermin. Tapi, tetap saja
bayangan dirinya tak berubah.
Sang gorila terheran-heran
karena bayangan dirinya di
cermin si beruang agak aneh.
Tubuhnya memang besar, tapi
kepalanya kecil.
Saat itu, sang gorila tidak tahu
apa sebabnya. Ia hanya
bergumam dalam hati, “Ah,
cermin rusak!”
Begitu pun ketika ia berada di
kelompok macan tutul, ular
sanca, buaya, dan beberapa
hewan buas lain. Tetap saja,
cermin di tempat mereka selalu
menampakkan sebuah
bayangan yang sama: tubuh
besar, tapi kepala kecil.
**
Subjektivitas diri seseorang,
terlebih lagi seorang pemimpin,
biasanya ingin mendapatkan
sebuah bayangan cermin sosial
dari orang-orang di
sekelilingnya bahwa ia seorang
yang punya gagasan besar.
Sayangnya, subjektivitas itu
kadang tidak diimbangi dengan
objektivitas yang mungkin
berbeda ketika bayangan
berasal dari cermin sosial di
luar kelompoknya.
Karena seorang pemimpin yang
benar-benar bergagasan besar
akan tetap mendapatkan
pengakuan besar, walaupun
berasal dari luar kelompoknya.

About ashabulfirdaus

Sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang paling bermanfaat bagi manusia lain

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s