Manusia punya kecenderungan
ingin dihargai sekecil apapun,
tapi kadang kita merasa usaha
keras kita tidak mendapatkan
penghargaan. lantas kita merasa
kecewa atau merasa sedih. Tapi
pernahkah kita menanyakan
kenapa kita sampai merasakan
kekecewaan dan kesedihan itu?
Kawan, yang namanya
kekecewaan itu datang saat kita
mengharapkan sesuatu yang
lebih atas apa yang telah kita
lakukan.
Maka, saat seperti itu yang
namanya keikhlasan dalam
berbuat perlu kita koreksi lagi.
(Apa sih itu ikhlas?). Oke ikhlas
itu punya pengertian yang
kompleks, dari keseluruhan
intinya sebuah keikhlasan adalah
melakukan sesuatu secara tulus,
hanya keridhaan Allah yang
diharapkannya atas dasar
keimanannya. Dengan ikhlas
maka tidak ada lagi yang
namanya kekecewaan, dan
ujiannya adalah keikhlasan itu
sungguh sulit. Setuju? Karenanya
imbalan bagi seorang yang ikhlas
dalam berbuat hanya karena
Allah akan mendapatkan
kemanfaatan yang luar biasa
baik dunia dan akhirat.
Didunia, mereka yang ikhlas
tidak kenal dengan yang
namanya kecewa, ataupun sedih.
Karena mereka menyerahkan
semua perkara kepada Allah.
Sesuai dengan firman Allah SWT
berikut :
bahkan barangsiapa yang
menyerahkan diri kepada Allah,
sedang ia berbuat kebajikan,
maka baginya pahala pada sisi
Tuhannya dan tidak ada
kekhawatiran terhadap mereka
dan tidak (pula) mereka bersedih
hati (Q.S Al-Baqaroh:112).
Diakhirat, tentu pahala yang
besar bagi setiap ibadah dan
kebaikan yang dilakukan dengan
keikhlasan yang hanya
mengharapkan keridhaan dari
Allah SWT. Bukan saya yang
bilang tapi Allah telah
menetapkannya dalam
firmanNya ini:
Tidak ada kebaikan pada
kebanyakan bisikan-bisikan
mereka, kecuali bisikan-bisikan
dari orang yang menyuruh
(manusia) memberi sedekah,
atau berbuat ma’ruf, atau
mengadakan perdamaian di
antara manusia. Dan
barangsiapa yang berbuat
demikian karena mencari
keredhaan Allah, maka kelak
Kami memberi kepadanya
pahala yang besar (Q.S An-
Nisaa’ : 114).
Firman lain tentang keikhlasan
yang diabadikan dalam kitab
yang dengan izin Allah terjaga
keasliannya :
Ikutilah orang yang tiada minta
balasan kepadamu; dan mereka
adalah orang-orang yang
mendapat petunjuk (Q.S.
Yaasiin : 21)
Dan aku sekali-kali tidak minta
upah kepadamu atas ajakan itu;
upahku tidak lain hanyalah dari
Tuhan semesta alam (Q.S Asy-
Syu’araa’ : 180)
Dan hanya kepada Tuhanmulah
hendaknya kamu berharap (Q.S
Alam Nasyrah : 8)
Dari beberapa kutipan di atas
semoga bisa membuat kita bisa
lebih me-manage hati kita untuk
bisa menjaga keikhlasan yang
kadang berada dipermukaan jiwa
dan kadang tenggelam dalam
jiwa. Semangat belajar kawan,
Semoga Allah SWT memudahkan
hati kita ikhlas dalam berbuat.

About ashabulfirdaus

Sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang paling bermanfaat bagi manusia lain

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s