Seorang gadis cilik tampak asyik
bermain di halaman rumah
yang penuh bunga. Ada bunga
mawar, melati, ros, dan lain-
lain. Sesekali, ia pandangi
bunga itu satu per satu. “Aih,
cantiknya bunga ini!” ucap gadis
cilik sambil menyentuh tangkai
bunga.
Tapi, ia pun terkejut saat akan
memetik bunga yang hampir di
genggamannya itu. Seekor ulat
bulu begitu asyik menikmat
dedaunan di sekitar bunga.
Sebegitu lahapnya, sang ulat
tak menyadari kalau ia sedang
diperhatikan seseorang.
Langkah sang gadis kecil pun
menyurut. Ia pun mencari-cari
sesuatu untuk menghentikan
kerakusan ulat bulu yang bisa
merusak bunga kesayangannya
itu. “Ha, ada kayu!” ucapnya
sambil mengarahkan kayu kecil
itu ke tubuh sang ulat. Dan….
“Jangan, sayang! Biarkan sang
ulat itu menampakkan
kerakusannya!” ucap seseorang
yang ternyata ibu gadis itu. Saat
itu juga, gadis kecil itu pun
menghentikan langkahnya dan
merapat ke sang ibu. “Tapi,
Bu…” ujarnya sambil
menggenggam jari sang ibu.
“Anakku, biarkanlah. Saat ini,
kita sedang diajari Tuhan
tentang siapa ulat bulu,” jelas
sang ibu sambil membelai
rambut gadis kecilnya.
“Apa selamanya dia serakus itu,
Bu?” sergah sang gadis kecil
kemudian.
“Tidak, anakku. Ia serakus itu
karena ingin sukses menjadi
kupu-kupu yang indah!” jelas
sang ibu sambil senyum.
**
Begitu banyak pelajaran
bertebaran dalam dinamika
alam raya ini. Ada yang mudah
ditafsirkan, dan tidak sedikit
yang butuh perenungan.
Serangan ulat bulu seolah
memberikan kita sebuah
teguran. Bahwa keindahan fisik
berupa penampilan, citra,
wibawa, dan segala kemegahan
jasadiyah lain yang dicita-
citakan; semestinya tidak diraih
dari menghalalkan segala cara
dan penuh kerakusan.

About ashabulfirdaus

Sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang paling bermanfaat bagi manusia lain

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s