Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, “Barangsiapa menegakkan ramadhan dengan didasari oleh keyakinan dan beramal karena Allah, maka diampunilah dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari)
Makna dari “Menegakkan ramadhan” adalah menghidupkan malam-malam ramadhan kecuali malam lailatulkadar dengan melakukan ibadah, secara lafadz atau makna adalah berarti melakukan shalat-shalat tarawih di dalamnya. (MASYARIQ)
Dari Ibnu abbas ra dari Nabi shalallahu alaihi wa sallam, sesungguhnya beliau bersabda, “Apabila telah masuk hari pertama ramadhan maka bertiuplah angin dari bawah arsy, angin tersebut dinamakan angin matsiroh (semilir), dedaunan surgapun kemudian bergoyang mengeluarkan suara (irama indah) yang belum pernah terdengar oleh manusia. Para Bidadari lalu memandang dedaunan yang bergesek-gesek sambil berkata, “Ya Allah, jadikanlah kami menjadi istri hamba-hambaMU yang melakukan puasa di dalam ramadhan.”
Maka tak satupun dari seorang hamba yang melakukan puasa ramadhan kecuali Allah akan menikahkannya dengan seorang bidadari yang berada dalam istana yang indah. Firman Allah dalam Al-quran, “Beberapa bidadari itu terlindungi di dalam istana yang indah.”
Setiap satu bidadari mengenakan 70 macam perhiasan yang satu dan lainnya berbeda warna. Bagi seorang bidadari akan diberikan ranjang indah yang terbuat dari yakut merang yang pinggirnya dihiasi dengan intan. Di atas ranjang tersebut telah tersedia 70 alas tidur dan 70 macam menu makanan, dan itu semua merupakan pahala amalan puasa dan bukan pahala amal baik lainnya.
Maka seharusnya yang dilakukan oleh seorang mukmin adalah memuliakan bulan ramadhan serta menjaga diri dari kemunkaran. Dan sebaiknya pula menyibukkan diri dengan sholat, tasbih, dzikir dan membaca Al-quran.
Allah ta’ala berfirman, kepada nabi Musa as “Sesungguhnya AKU memberi dua cahaya pada umatnya Muhammad supaya mereka tidak terperosok dalam dua kegelapan.”
Nabi musa bertanya, “Apakah dua cahaya itu, ya Allah?”
Allah menjawab, “Yaitu cahaya ramadhan dan cahaya Al-quran.”
Nabi Musa bertanya, “Apakah dua kegelapan itu wahai Tuhanku?”
Allah menjawab, “Yaitu kegelapan kubur dan kegelapan hari kiamat.” (DURRATUL WA’IDZIN)

About ashabulfirdaus

Sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang paling bermanfaat bagi manusia lain

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s