Allah berfirman, “Maka Kami
singkapkan tirai yang menutup
matamu dan tiba-tiba matamu
hari ini menjadi amat
tajam.” (QS. Qaf [55] :22)
Berikut ini ada sebuah hadits
Rasulullah SAW yang dikutip
dari kitab tafsir Majma Al-Bayan
10 : 43 yang mengisahkan
bagaimana wujud manusia pada
hari kiamat kelak.
Pada suatu hari Muadz bin Jabal
duduk di dekat Nabi saw di
rumah Ayub Al-Anshari. Muadz
bertanya, “Ya Rasulullah, apa
yang dimaksud dengan ayat:
Pada hari ditiupkan sangkakala
dan kalian datang dalam
bergolong-golongan?” (QS An-
Naba [78] : 18)
Beliau menjawab, “Hai Muadz,
kamu telah bertanya tentang
sesuatu yang berat.”
Beliau memandang jauh seraya
berkata, “Umatku akan
dibangkitkan menjadi sepuluh
golongan. Tuhan memilah
mereka dari kaum muslimin dan
mengubah bentuk mereka.
Sebagian berbentuk monyet,
sebagian lagi berbentuk babi,
sebagian lagi berjalan terbalik
dengan kaki di atas dan muka di
bawah lalu diseret-seret,
sebagian lagi buta merayap-
rayap, sebagian lagi tuli bisu
tidak berpikir, sebagian lagi
menjulurkan lidahnya yang
mengeluarkan cairan menjijikkan
semua orang, sebagian
lagi mempunyai kaki dan tangan
yang terpotong, sebagian lagi
disalibkan pada tonggak-tonggak
api, sebagian lagi punya bau
yang lebih menyengat dari
bangkai, sebagian lagi memakai
jubah ketat yang mengoyak-
ngoyakkan kulitnya.”
“Adapun orang yang berbentuk
monyet adalah para penyebar
fitnah yang memecah belah
masyarakat. Yang berbentuk
babi adalah pemakan harta
haram (korupsi misalnya-pen).
Yang kepalanya terbalik adalah
pemakan riba. Yang buta adalah
penguasa yang zalim. Yang buta
dan tuli adalah orang yang
takjub dengan amalnya sendiri.
Yang menjulurkan lidahnya
dengan sangat menjijikkan
adalah para ulama atau hakim
yang perbuatannya
bertentangan dengan
omongannya. Yang dipotong
kaki dan tangannya adalah
orang yang menyakiti tetangga.
Yang disalibkan ke tonggak api
adalah para pembisik penguasa
yang menjelekkan manusia yang
lain. Yang baunya lebih
menyengat dari bangkai adalah
orang yang pekerjaannya hanya
mengejar-ngejar kesenangan
jasmaniah dan tidak
membayarkan hak Allah dalam
hartanya. Yang dicekik oleh
pakaiannya sendiri adalah orang
yang sombong dan takabur.”
Na’uzubillah ….
Apa yang menentukan bentuk
manusia ketika menghadap-Nya?
Menurut hadist diatas dan juga
diperkuat oleh banyak ayat-ayat
Al-Qur’an yang lain, yang
menentukan bentuk kita
sekarang dan juga nanti
adalah amal-amal kita .
Dalam pandangan beberapa
orang shaleh, bentuk sejati atau
bentuk batin kita ini pun
mungkin sudah tampak olehnya.
Imam Ja’far (cucu Nabi generasi
kelima) misalnya, pernah
memperlihatkan kepada
sahabatnya Abul Bashir saat
musim haji, betapa banyaknya
binatang berputar-putar di
sekitar Ka’bah (tawaf).
Sedangkan yang terlihat sebagai
manusia hanya sedikit sekali dan
itu pun tampak bagai kilatan
cahaya.
Pelajaran apa yang bisa kita petik
dari berita yang disampaikan
Rasulullah SAW tsb?
Amal-amal kita, apapun itu, yang
baik atau yang buruk, semua
menjelma mewujud dan
membentuk tubuh ukhrawi
(wujud batiniah) diri kita.
Oleh karena itu, marilah kita
sama-sama terus memperbanyak
amal-amal shaleh kita, menghias
tubuh batin kita ini dengan
sebaik-baik wujud. Sehingga kita
insyaAllah tetap bisa
mempertahankan kemanusiaan
kita. Dan tidak terjatuh menjadi
“binatang” berbungkus manusia.

About ashabulfirdaus

Sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang paling bermanfaat bagi manusia lain

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s