Puasa (YAUMUL SYAK) hari yang meragukan ada 7 macam, tiga diantaranya hukumnya diperbolehkan dengan embel-embel makruh dan tiga diantaranya hukumnya tidak makruh dan yang satu tidak diperbolehkan sama sekali. Yang pertama (diperbolehkan dengan embel-embel makruh) yaitu, 1. Puasa pada hari yang meragukan dengan niat puasa ramadhan. 2. Apabila seseorang berpuasa pada yaum syak dengan niat puasa wajib yang lainnya (seperti puasa nadzar dll). 3. Apabila seseorang berpuasa pada yaum syak dengan niat yang tidak tetap. Yaitu apabila hari tersebut sudah masuk ramadhan maka dia puasa ramadhan, namun bila hari tsb masih terbilang bulan sya’ban, maka orang tsb puasa sya’ban. Adapun hal seperti ini hukumnya diperbolehkan. Adapun tiga yang diperbolehkan tanpa dimakruhkan adalah apabila seseorang berpuasa pada yaum syak dengan niat puasa sunah atau dengan niat puasa sya’ban atau dengan niat puasa muthlaq. Adapun satu yang keadaan hukumnya tidak diperbolehkan sama sekali adalah apabila seseorang berpuasa pada yaum syak dengan pertimbangan “Bila hari tsb masuk ramadhan, maka aku akan berpuasa, bila tidak maka aku tidak berpuasa.” Hal seperti ini tidak diperbolehkan sama sekali. (QODHIKHONI)

About ashabulfirdaus

Sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang paling bermanfaat bagi manusia lain

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s