MAJELIS KEDUA
MENERANGKAN FADHILAH PUASA

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan kepada kalian berpuasa seperti halnya telah diwajibkan kepada orang-orang sebelum kamu, supaya kalian menjadi orang yang bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)

*Orang-orang sebelum kamu adalah para nabi dan umat-umat mulai dari nabi adam as.
*Supaya kalian menjadi orang yang bertakwa, adalah takut melakukan kemaksiatan. Sebab, sesungguhnya puasa adalah untuk menghancurkan keinginan, dan keinginan adalah awal mulanya kemaksiatan. Seperti sabda nabi shalallahu alaihi wa sallam, “Hai para pemuda, barangsiapa diantara kalian telah mampu memberikan nafkah (lahir maupun batin), maka hendaklah ia menikah. Sesungguhnya nikah lebih mampu memejamkan mata dan menjaga kemaluan. Dan barangsiapa belum mampu, maka hendaknya ia berpuasa, sebab puasa adalah benteng baginya.”
Puasa secara bahasa adalah mencegah diri dari perkara yang diinginkan hati. Di dalam syar’i puasa adalah mencegah diri dari tiga perkara yang membatalkan pada waktu siang hari. Sesungguhnya tiga perkara itu sangat diinginkan oleh hati.

“Maka barangsiapa diantara kalian sakit atau di dalam perjalanan, maka wajib baginya (mengqada’) sebanyak bilangan hari (yang ditinggal) pada hari-hari yang lain. (QS. Al-Baqarah: 184)

*Sakit disini adalah sakit yang apabila dia berpuasa maka akan membahayakan dirinya
(QADHI BAIDHOWY)

About ashabulfirdaus

Sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang paling bermanfaat bagi manusia lain

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s