“Tidak setiap nikmat itu harus enak, dan tak setiap yang enak adalah nikmat.”
Tapi kebanyakan dari kita akan mengatakan nikmat itu harus enak. Coba kita tengok sejenak seorang ibu yang sedang mengandung, sakit payah lunglai dan lesu. Tapi dia tak pernah bilang bahwa mengandung adalah azab, justru itu adalah nikmat!
Meski ia sakit, dengan kasih sayang ia mengelus-elus perutnya yang membuncit. Dia tersenyum kadang tertawa meski sakit dan tidak enak ia rasakan. Tanyakan pada seorang ibu, mengandung itu nikmat apa azab?
Berapa banyak wanita bersusah payah ingin punya anak, tapi mereka belum dikaruniai anak.
Mereka ingin rasakan betapa bahagianya mengandung seorang anak buah hati belahan jantung.
Ia bahagia meski ia sakit. Sakitku, tidak enak yang kurasakan adalah nikmat dan kebahagiaanku.
Tatkala ia melahirkan, bukan enak yang ia terima, tapi rasa sakit yang tiada terperi, sakit di atas sakit, tapi apa ia merasa ini azab?
Ia menangis bukan karena sakit, menatap dan mencium si bayi mungil dengan derai air mata, air mata nikmat, linangan air matanya adalah untaian kebahagiaannya.
Air mata dan nikmat menurut kita adalah seteru, ternyata bukan.
Tidak setiap nikmat butuh tawa, tapi tak sedikit kenikmatan harus
berurusan dengan air mata. Tak setiap nikmat harus enak, sebab yang tahu nikmat adalah hati yang bicara.
Jangan takut sakit untuk dapatkan nikmat Tuhanmu,
maka nikmat Tuhan manakah yang akan kamu dustakan?

About ashabulfirdaus

Sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang paling bermanfaat bagi manusia lain

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s