Ketika pertengkaran rumah tangga tiada terbendung, rasa ingin menang sendiri sudah membubung. Bukan saling pengertian yang diemban, namun rasa egois menjadi acuan.
Tak goyah hati oleh nasehat, tak gentar hati untuk saling berkhianat.
Caci maki pun pun bukan hal tabu, hanya kata sesal “Mengapa dulu aku kawin denganmu!”
Anak menangis di emperan, tak tahu ke mana harus mengarah Ayah ibunya kini telah kesurupan, siang malam seakan mendengar suara setan.
Kakek nenek tolonglah nanda, kenapa mereka kini hilang agama.
Tak perduli tingkah mereka kami tiru, mereka tak mikir jika
anaknya akan menjadi kerbau, akan menjadi korban, menjadi kelinci percobaan tingkah mereka yang kejam.
Wahai kau bunda.. Kenapa kau sering keluar rumah atas nama profesi, jangan kau pergi atas nama gengsi punya laki kecil penghasilan, dan memang sudah menjadi kodrat, bila wanita lebih besar penghasilan maka
suamipun akan rendah dalam kehinaan.
Wahai kau ayahanda, ku tahu kau sudah berupaya, aku yakin kau sudah semaksimal mungkin, jangan kau pergi karena alasan materi, ingatlah anakmu ini yang akan menderita seumur hidup, tak tahu nanti aku jadi sampah atau gelandangan.
Hai ayah bunda, kalau kalian tetap merasa benar sendiri, tegakah kalian mengambil enak sendiri, sementara aku, anakmu kau sengsarakan?
Kalau kalian ingin pisah juga, maka dengarkan ananda. Kalian tetap disini. Ayah di kamar ini.
Bunda di kamar ini. Dan ananda akan tidur di kolong jembatan.
Aku lah yang seharusnya pergi, bukan kalian. Sebab aku hanya menyusahkan kalian. Aku memang belum bisa kerja, tapi aku akan tetap bekerja untuk cari duit supaya aku tidak jadi kesusahan kalian berdua.
Aku akan jadi pengemis, asongan, pencopet atau pemulung, aku tak akan pulang sebelum kalian rukun kembali.
Jangan kau pergi
Tapi biarlah aku yang pergi, aku hanya menyusahkan kalian, tolong jaga kakek dan nenekku, sebab aku tak punya keluarga kecuali mereka.
Ananda

About ashabulfirdaus

Sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang paling bermanfaat bagi manusia lain

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s