Di dalam riwayat, dikisahkan
bahwa Raden Jakfar Shodiq
atau Sunan Kudus itu suka
sekali dengan pengembaraan
dalam hal berdakwah, baik ke
tanah Hindustan maupun ke
tanah suci Makkah.
Sewaktu berada di Makkah,
beliau menunaikan ibadah haji,
dan kebetulan sekali di sana
ada wabah penyakit yang sulit
untuk di atasi. Penguasa negeri
mengadakan sayembara bagi
siapa saja yang berhasil
melenyapkan wabah penyakit
itu akandiberi hadiah harta
benda yang cukup besar
jumlahnya.
Sudah banyak yang mencoba,
namun tak membuahkan hasil
sama sekali.
Pada suatu hari, Sunan Kudus
menghadap penguasa negeri
itu, namun kedatangannya
disambut dengan sinis sekali.
Disambut Sinis
“Dengan apa Tuan akan
melenyapkan wabah penyakit di
negeri ini?” tanya sang Amir.
“Dengan doa,” jawab Sunan
Kudus.
“Kalau hanya dengan doa, kami
sudah puluhan kali
melakukannya. DI Tanah Arab
ini banyak sekali para ulama
dan Syeik ternama, tapi mereka
tak pernah berhasil mengusir
wabah ini,” jelas sang Amir.
“Saya mengerti, memamng
Tanah Arab ini gudangnya para
ulama. Tapi jangan lupa ada
saja kekurangannya sehingga
doa mereka tidak terkabulkan,”
ujar Sunan Kudus.
“Hmmm..sungguh berani Tuan
berkata demikian,” kata sang
Amir dengan nada berang.
“Apa kekurangan mereka,”
tanya sang Amir.
“Anda sendiri yang
menyebabkannya,” kata Sunan
Kudus dengan tenangnya.
“Anda telah menjanjikan hadiah
yang menggelapkan mata hati
mereka sehingga doa mereka
tidak ikhlas. Mereka berdoa
hanya karena mengharap
hadiah bisa jadi,” jelas Sunan
Kudus lebih lanjut.
Sang Amir pun terbungkam
seribu bahasa dengan jawaban
yang diberikan oleh Sunan
Kudus.
Dengan Doa Wabah Penyakit
Hilang
Akhirnya Sunan Kudus
dipersilahkan melaksanakan
niatnya.
Kesempatan itu tidak disia-
siakan. Secara khusus Sunan
Kudus berdoa dan membaca
beberapa amalan. Dalam
tempo singkat, wabah penyakit
yang menyerang negeri Arab
telah menyingkir. Bahkan
beberapa orang yang
menderita sakit keras secara
mendadak langsung sembuh.
Bukan main senangnya hati
sang Amir.
Rasa kagum mulai menjalar di
hatinya. Hadiah yang
dijanjikannya bermaksud
diberikan kepada Sunan Kudus,
namun Sunan Kudus
menolaknya dengan halus
sekali.
Sunan Kudus hanya meminta
sebuah batu yang berasal dari
Baitul Maqdis. Sang Amir pun
mengijinkannya. Batu itu pun
dibawa ke Tanah Jawa,
dipasang di pengimaman Masjid
Kudus yang didirikannya
sekembali dari Tanah Suci.
Rakyat Kota Kudus pada waktu
itu masih banyak yang bergama
Hindu dan Budha.
Para wali mengadakan sidang
untuk menentukan siapakah
yang pantas berdakwah di Kota
Kudus. Pada akhirnya, Sunan
Kudus lah yang terpilih untuk
bertugas dakwah di daerah itu.
Itulah kenapa sebabnya Raden
Jakfar Sodiq disebut sebagai
Sunan Kudus. Karena beliau
berdakwah di kota Kudus
tersebut.

About ashabulfirdaus

Sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang paling bermanfaat bagi manusia lain

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s