Nduk anakku sing ayu, sudah kodrat wanita tercipta dari tulang rusuk laki-laki. Iga yang bengkok yang terletak di dada bawah kiri seorang suami. Berada di tengah-tengah antara kepala dan kaki.
Itu artinya, bahwa wanita tidak boleh direndahkan dan dianiaya sama bawahnya dengan derajat kaki, dan tidak boleh sombong, berbangga diri dan sewenang-wenang seperti luhurnya derajat kepala. Itulah alasan kenapa Allah menciptakan wanita tidak dari tulang kepala maupun tulang kaki.
Kamu itu wanita nduk, letakmu di tengah-tengah keluarga, membimbing dan mendidik calon anak-anakmu nanti agar menjadi manusia utama di kemudian hari. Derajatmu juga di tengah-tengah antara suami dan anak-anakmu.
Ketahuilah, nduk bocah ayu.. Wanita pendidik, pembimbing dan guru bagi anak-anaknya tidaklah mudah, kamu harus menetapi syarat layaknya huruf DAL.

D = DAKWAH
Nduk, kamu adalah dai bagi anak-anakmu. Ajaklah mereka pada jalan Tuhanmu. Jangan keras dan jangan pula manja. Tapi gunakanlah kebijaksanaan. Meskipun benar tujuanmu tapi kamu salah prosedur dan tanpa strategi dakwah yang baik, maka kebenaran yang kau dakwahkan akan mentah. Kebenaran belum tentu bijaksana, tapi bijaksana pasti membawa misi kebenaran.
Jadi, gunakanlah jalan hikmah atau bijaksana dalam misimu sebagai wanita pendakwah.

A = ADIL
Jadilah kamu wanita yang pandai mengatur hal ihwal kebutuhan dan pandai memanagement waktu.
Jangan pilih kasih diantara anak-anakmu. Karena hal itu bisa menjadi sebab kecemburuan sosial dalam keluarga. Pandai-pandailah membagi kasih sayang, waktu dan menanamkan sikap saling memahami dan pengertian diantara anak dan suami. Dan jangan jadi wanita yang suka shopping menghambur-hamburkan uang demi kebutuhan sekunder sementara terbengkelai kebutuhan primer keluarga.
Camkan itu, nduk bocah ayu, adil-lah membagi waktu untuk Tuhanmu, anak-anak, suami dan orang tuamu.

L = LAYYIN (lemah lembut)
Wanita itu, dicipta melengkapi ketidaksempurnaan lelaki. Ia dicipta kekar, gagah dan wibawa. Tapi ia tak punya kelembutan seperti halnya wanita.
Laki-laki memang cocok jadi pemimpin dan pengajar dalam hal-hal yang bersifat tegas dalam kedisiplinan, tapi ia tak dicipta sebagai guru kelembutan.
Maka itulah makna hadirmu. Kau bisa ajarkan kasih sayang dan kelembutan pada anak-anak disaat suamimu mempunyai kekurangan dalam hal itu. Kau dan suamimu, harus saling membantu dan mendukung di dalam kebajikan dan takwa, dan jangan membantu dalam dosa dan permusuhan.
Jadilah, nduk bocah ayu, wanita yang saling mengingatkan dalam hal agama, saling mengharapkan kebaikan dalam kebenaran dan kesabaran.

About ashabulfirdaus

Sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang paling bermanfaat bagi manusia lain

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s