Surah annisa 34, “Seorang lelaki adalah pimpinan kaum wanita…”

“Hidup saya, selalu diatur istri saya, bahkan untuk ke masjid jamaah pun, saya harus merengek-rengek minta izin dulu.”
Demikian keluhan dari seorang teman.

Menurut Ahli psikolog, banyak hal sebetulnya yang melatar belakangi mengapa istri itu menjadi posesif terhadap suami. Mungkin karena dia tidak mau kehilangan suami, mungkin juga karena suami yang tidak bisa dipercaya, mungkin juga karena istri itu mempunyai watak sebagai pengatur, ada banyak sekali hal yang lainnya.

Ada cara-cara tertentu untuk menghadapi istri posesif :
1. Suami harus mencari tahu dulu sebab atau latar belakang mengapa istri menjadi posesif.

2. Istri itu selalu ingin tahu apa yang sedang dilakukan, apa yang sedang terjadi pada suami, buat… para suami seharusnya bersikap informatif atau selalu berbagi cerita atau apapun agar istri kalian tahu apa yang sedang terjadi pada kalian para suami.

3. Istri itu sebenarnya permintaannya gak neko-neko kok, asal keluar rumah dipamiti dengan jujur maka ia akan tenang di rumah.
Untuk suami jangan diktator, mentang2 kepala rumah tangga mau keluar rumah seenaknya tanpa pesan dan pamitan. Asal slonong boy aja. Ngomong dulu tho…

4. Hargai istri minimal diajak ngomong atau rembugan, hingga istri itu merasa tidak dicuekin atau ditiadakan. Kalau istri dicuekin bukan hal mustahil ia akan selalu suudzon, pada akhirnya malah memboikot kebebasan suami

5. Jika posesif istri makin parah, suami harus berusaha meyakinkan istri, bahwa suami memberikan keutuhannya hanya untuk si istrinya itu.
Sebab semakin posesif istri itu menunjukkan bahwa istri semakin tidak percaya terhadap suami. Tapi ada juga istri yang menjadi posesif karena dia tidak mau kehilangan suami atau terlalu sayang terhadap suami.

Itulah cara yang bisa saya berikan. Semoga sahabat-sahabat yang lain bisa menambahkan cara atau memberikan saran di kolom komentar.

Kesimpulannya, dalam suatu hubungan yang paling penting adalah kepercayaan dan pengertian. Jika pasangan anda kurang paham mengenai kepercayaan maka tugas andalah sebagai pasangannya yang harus memberikan pengertian kepada pasangan anda. Tujuan Allah swt menciptakan segalanya berpasangan adalah untuk saling mengisi, untuk saling melengkapi, untuk saling mendidik, untuk saling mengasihi, untuk saling menyayangi, untuk saling memuliakan.

Jadi, jika kalian sudah memiliki pasangan rumah tangga, terimalah pasanganmu itu apa adanya, dan tugasmulah untuk menjadikannya ADA APANYA.

Jika yang belum berpasangan atau belum berumah tangga, saran saya, jangan mencari pasangan dengan cara yang asal-asalan. Lewat sms-an, twitteran atau fesbukan, tapi kalian harus benar-benar mengenal kwalitas keimanan dan ketaqwaan serta budi akhlaqnya secara nyata di depan mata kalian.
Jika kalian bingung mencarinya, percayakan pada sahabat dekat, guru anda atau ulama untuk mencarinya untuk anda.
Karena pasanganmu itu nantinya bisa menjadi pelemah atau penguat ibadahmu.

Halal share, tag, copi paste tapi jangan lupa untuk menyertakan sumbernya.

About ashabulfirdaus

Sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang paling bermanfaat bagi manusia lain

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s